Sakit Gigi Sampai Keluar Nanah, Jangan Disepelekan Karena Ini Bisa Berbahaya

Table of Contents

Sakit gigi itu sering dimulai dari hal kecil. Misalnya gigi ngilu saat minum dingin. Namun, kondisinya bisa berubah cepat. Apalagi jika sudah sampai keluar nanah. Nanah dari gigi atau gusi biasanya menandakan infeksi. Ini bukan sekadar “gigi bolong biasa”. Karena itu, Anda perlu memahami risikonya. Selain itu, Anda juga perlu tahu kapan harus segera ke dokter gigi. Banyak orang menunda perawatan karena merasa masih kuat. Padahal infeksi gigi bisa menyebar. Bahkan, dampaknya bisa mengganggu kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jadi, langkah cepat selalu lebih aman.

Apa Artinya Kalau Sakit Gigi Sampai Keluar Nanah

Nanah adalah cairan kental yang berisi sel darah putih. Biasanya berwarna putih kekuningan. Kadang baunya juga tidak sedap. Ini muncul karena tubuh melawan kuman. Dalam kasus gigi, nanah sering berasal dari infeksi bakteri. Infeksi itu bisa terjadi di ujung akar gigi. Selain itu, bisa juga terjadi di jaringan gusi. Keduanya sama-sama perlu perhatian. Ketika nanah keluar, sebagian orang merasa nyerinya berkurang. Namun, ini bukan berarti sembuh. Justru, itu tanda abses bisa pecah. Setelah itu, infeksi bisa tetap berjalan diam-diam.

Abses gigi dan abses gusi itu berbeda

Abses gigi biasanya berasal dari infeksi pulpa. Pulpa adalah jaringan saraf di dalam gigi. Infeksi ini sering dipicu gigi berlubang yang dibiarkan. Sementara itu, abses gusi lebih sering terkait penyakit gusi. Misalnya gusi bengkak dan berdarah. Sisa makanan juga bisa terjebak di kantong gusi. Akhirnya, bakteri berkembang dan membentuk nanah.

Kenapa nanah bisa keluar

Nanah keluar karena tekanan di dalam jaringan meningkat. Lalu, tubuh membuat “jalan” untuk mengeluarkannya. Kadang keluar lewat gusi. Kadang juga lewat sela gigi. Namun, saluran itu tidak menghilangkan sumber masalah. Karena itu, akar penyebab tetap perlu dirawat. Jika tidak, abses bisa kambuh. Bahkan bisa makin besar.

Penyebab Umum Sakit Gigi Bernanah

Sakit gigi sampai bernanah jarang terjadi tiba-tiba. Biasanya ada proses yang berlangsung. Karena itu, mengenali penyebabnya membantu Anda lebih waspada. Berikut pemicu yang paling sering terjadi.

  1. Gigi berlubang yang dibiarkan
    Lubang kecil bisa jadi pintu masuk bakteri. Lalu, bakteri merusak enamel dan dentin. Setelah itu, infeksi bisa masuk ke pulpa. Di tahap ini, nyeri biasanya berdenyut. Jika tetap dibiarkan, infeksi merambat ke ujung akar. Kemudian terbentuk abses. Pada titik ini, nanah bisa muncul.
  2. Tambalan bocor atau gigi retak
    Tambalan lama bisa retak atau bocor. Akibatnya, bakteri masuk ke bagian dalam gigi. Hal ini sering tidak terasa di awal. Namun, infeksinya bisa berkembang pelan. Gigi retak juga serupa. Retakan halus dapat menjadi jalur bakteri. Apalagi jika retaknya mengenai pulpa. Karena itu, sakit bisa muncul mendadak.
  3. Penyakit gusi dan karang gigi berat
    Karang gigi yang menumpuk membuat gusi mudah meradang. Lalu, gusi membentuk kantong yang dalam. Di sana bakteri lebih mudah berkembang. Akhirnya bisa terbentuk abses gusi. Selain itu, gusi bisa turun dan terbuka. Kondisi ini membuat area akar lebih sensitif. Namun, masalah utamanya tetap infeksi.
  4. Gigi bungsu yang sulit tumbuh
    Gigi bungsu sering tumbuh miring. Kadang gusi menutupi sebagian gigi. Akibatnya, sisa makanan mudah tersangkut. Lalu timbul peradangan dan infeksi. Jika infeksi berulang, nanah bisa keluar. Namun, ini tetap perlu pemeriksaan. Karena posisi gigi bungsu sering kompleks.

Bahaya Jika Sakit Gigi Hingga Keluar Nanah

Nanah menandakan infeksi aktif. Jadi, bahayanya bukan cuma nyeri. Risiko yang lebih besar adalah penyebaran infeksi. Selain itu, komplikasi bisa cepat terjadi. Berikut beberapa bahaya yang perlu Anda pahami.

  1. Infeksi bisa menyebar ke jaringan wajah
    Infeksi gigi bisa meluas ke pipi atau rahang. Wajah bisa terlihat bengkak. Kadang bengkaknya keras dan terasa panas. Ini tanda peradangan yang lebih dalam. Jika bengkak makin besar, membuka mulut jadi sulit. Mengunyah pun terasa sakit. Selain itu, tidur bisa terganggu.
  2. Risiko demam dan badan terasa lemah
    Ketika infeksi menyebar, tubuh merespons lebih luas. Demam bisa muncul. Tubuh juga mudah capek dan tidak fokus. Ini sering dianggap masuk angin. Namun, sakit gigi bernanah tidak sama dengan flu. Karena itu, demam perlu dianggap serius. Apalagi jika disertai menggigil.
  3. Bau mulut dan rasa tidak enak yang menetap
    Nanah bisa menyebabkan bau mulut kuat. Rasanya juga bisa pahit atau asin. Kondisi ini membuat kepercayaan diri turun. Selain itu, makan jadi tidak nyaman. Berkumur mungkin membantu sementara. Namun, sumber infeksi tetap ada. Jadi, keluhan biasanya kembali.
  4. Kerusakan jaringan dan tulang penyangga gigi
    Infeksi yang berlangsung lama bisa merusak gusi. Selain itu, tulang rahang juga bisa terkikis. Akibatnya, gigi bisa goyang. Bahkan gigi bisa lepas sendiri. Kerusakan tulang juga menyulitkan perawatan berikutnya. Karena itu, penanganan dini lebih aman. Selain itu, hasil perawatan biasanya lebih baik.
  5. Infeksi dapat masuk ke aliran darah
    Pada kondisi tertentu, bakteri dapat masuk ke pembuluh darah. Ini bisa memicu peradangan sistemik. Walau tidak selalu terjadi, risikonya tetap ada. Karena itu, sakit gigi bernanah tidak boleh dibiarkan. Terlebih jika Anda punya penyakit tertentu. Misalnya diabetes atau daya tahan tubuh rendah.

Kondisi darurat yang mengganggu napas

Infeksi berat di area rahang bawah bisa menyebar ke leher. Lalu, jaringan bisa bengkak dan menekan saluran napas. Ini termasuk kondisi gawat darurat. Tandanya bisa berupa sulit menelan. Bisa juga sulit bernapas. Selain itu, suara bisa terdengar berubah. Jika ini terjadi, Anda harus segera mencari pertolongan.

Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Ditunda

Tidak semua sakit gigi berarti darurat. Namun, sakit gigi bernanah perlu perhatian lebih. Apalagi jika ada tanda tertentu. Perhatikan tanda di bawah ini.

  • Bengkak di wajah yang cepat membesar

  • Demam lebih dari satu hari

  • Sulit membuka mulut atau menelan

  • Nyeri berdenyut yang tidak reda

  • Keluar nanah terus menerus

  • Bau mulut tajam dan rasa pahit menetap

Jika Anda mengalami beberapa tanda ini, jangan menunggu. Lebih baik periksa secepatnya. Dengan begitu, infeksi bisa dikendalikan.

Kenapa Obat Pereda Nyeri Saja Tidak Cukup

Obat nyeri bisa membantu sementara. Namun, obat tidak menghilangkan sumber infeksi. Jadi, rasa sakit bisa kembali. Bahkan bisa muncul lebih parah. Antibiotik pun tidak boleh sembarangan. Sebab, dosis dan jenisnya harus tepat. Selain itu, ada kondisi yang tidak cukup hanya antibiotik. Karena itu, pemeriksaan dokter gigi tetap penting. Jika abses sudah terbentuk, tindakan lokal sering diperlukan. Misalnya pembersihan area infeksi. Atau perawatan pada saluran akar, bila diperlukan. Tentu semuanya tergantung diagnosis.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan di Rumah Sambil Menunggu Pemeriksaan

Langkah di rumah hanya bersifat sementara. Tujuannya meredakan keluhan. Namun, Anda tetap perlu datang untuk perawatan. Karena itu, jangan berhenti di langkah ini saja. Berikut hal yang bisa Anda lakukan.

  • Kumur air garam hangat
    Air garam hangat membantu mengurangi peradangan ringan. Selain itu, mulut terasa lebih bersih. Lakukan pelan agar tidak menambah nyeri. Namun, jangan berkumur terlalu keras. Karena tekanan bisa memicu nyeri. Selain itu, luka bisa makin iritasi.
  • Kompres dingin di pipi
    Jika pipi bengkak, kompres dingin bisa membantu. Tempelkan dari luar pipi. Lakukan beberapa menit lalu jeda. Cara ini membantu mengurangi bengkak sementara. Namun, jangan tempel es langsung ke kulit. Gunakan kain sebagai pelapis. Dengan begitu, kulit tetap aman.
  • Jaga kebersihan mulut dengan lembut
    Sikat gigi tetap perlu dilakukan. Namun, lakukan pelan di area sakit. Anda juga bisa gunakan benang gigi. Ini membantu mengurangi sisa makanan. Selain itu, hindari makanan yang mudah nyelip. Misalnya makanan berserat kasar. Pilih makanan lembut dulu.
  • Hindari memencet benjolan atau mengeluarkan nanah
    Banyak orang tergoda memencet gusi bengkak. Namun, ini berisiko. Infeksi bisa menyebar ke jaringan lebih dalam. Selain itu, luka bisa makin parah. Biarkan dokter gigi yang menangani. Tindakan klinis dilakukan dengan cara steril. Karena itu, risikonya jauh lebih kecil.

Penanganan yang Umumnya Dilakukan Dokter Gigi

Setiap kasus berbeda. Karena itu, pemeriksaan akan menentukan tindakan. Dokter akan melihat sumber infeksi. Setelah itu, barulah dibuat rencana perawatan. Berikut gambaran penanganan yang umum dilakukan.

  • Pemeriksaan dan evaluasi sumber infeksi
    Dokter akan mengecek gigi dan gusi. Keluhan Anda juga akan ditanya detail. Misalnya kapan mulai sakit. Lalu, apakah ada demam atau bengkak. Kadang diperlukan pemeriksaan penunjang. Tujuannya melihat area akar dan tulang. Dengan begitu, tindakan lebih terarah.
  • Pembersihan infeksi dan pengeluaran nanah
    Jika ada abses, area infeksi perlu dibersihkan. Tekanan juga perlu dikurangi. Ini membantu meredakan nyeri. Selain itu, membantu penyembuhan jaringan. Setelah itu, dokter akan menilai langkah berikutnya. Bisa perawatan saluran akar. Bisa juga tindakan lain sesuai kondisi gigi.
  • Perawatan saluran akar bila sumbernya dari pulpa
    Jika infeksi berasal dari dalam gigi, saluran akar perlu dirawat. Tujuannya mengangkat jaringan terinfeksi. Lalu, saluran dibersihkan dan ditutup. Dengan penanganan yang tepat, gigi bisa dipertahankan. Karena itu, jangan langsung berpikir gigi pasti dicabut. Banyak kasus masih bisa diselamatkan.
  • Perawatan gusi jika infeksi berasal dari kantong gusi
    Jika abses berasal dari gusi, fokusnya berbeda. Area kantong gusi perlu dibersihkan. Karang gigi dan plak harus diangkat. Setelah itu, gusi diberi kesempatan pulih. Dokter juga akan memberi arahan kebersihan mulut. Ini penting agar tidak kambuh. Selain itu, kontrol rutin biasanya disarankan.

Cara Mencegah Sakit Gigi Bernanah Kambuh

Pencegahan itu lebih ringan daripada perawatan infeksi. Selain itu, biayanya juga biasanya lebih efisien. Karena itu, rutinitas kecil punya dampak besar.

Berikut kebiasaan yang membantu.

  • Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar

  • Bersihkan sela gigi dengan benang gigi

  • Kurangi minuman manis yang sering diminum sedikit-sedikit

  • Jangan menunda tambal jika gigi mulai berlubang

  • Periksa gigi berkala agar masalah ditemukan lebih awal

Jika Anda sering sariawan atau gusi berdarah, jangan anggap normal. Itu bisa jadi tanda awal masalah gusi. Karena itu, pemeriksaan tetap penting.

Lebih Baik Ditangani Sejak Awal

Sakit gigi sampai keluar nanah adalah tanda infeksi. Jadi, ini bukan kondisi yang aman untuk ditunda. Memang nyeri bisa naik turun. Namun, infeksinya bisa tetap berkembang. Dengan penanganan yang tepat, sumber masalah bisa diatasi. Selain itu, risiko komplikasi dapat ditekan. Karena itu, langkah terbaik adalah periksa lebih cepat. Jika Anda mengalami sakit gigi bernanah, segera jadwalkan pemeriksaan. Reservasi perawatan di Arini Dental Care bisa dilakukan melalui tautan berikut: Klik untuk reservasi dan periksa gigi

Share if you like this Article:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Threads
Reddit

Baca artikel Lain:

— untuk semua treatment —

Dapetin
Potongan Harga
Hingga 25%